Bis Baker Pagi
Bis Baker sangatlah unik. Untuk sekali jalan, Kotagede-UII saya membayar Rp. 1.000,00 (tarif tahun 1999). Cukup murah dan relatif cepat dibandingkan dengan trayek sambung antara Jalur 4 dan colt MM-Pakem. Berlainan dengan rata-rata pelayanan kendaraan umum, meski periodenya adalah satu jam, Bis Baker selalu tepat waktu.
Kebanyakan penumpang adalah pekerja keras yang begitu sederhana. Gurauan antar penumpang adalah tonik. Kehangatan komunitas Bis Baker adalah cerminan kehangatan masyarakat kebanyakan.
Kalau dihitung dari jumlah penumpang dibandingkan dengan kapasitas penuhnya, biasanya tidak lebih dari 50% kapasitas. Dengan ongkos yang murah, Bis Baker selalu setia menghantarkan kami bekerja. Tabik kepada Bapak Sopir, Bapak Kenek, dan Pemilik Bis Baker! Terima kasih banyak.
**************************************************************************************************
05.45 Aku sudah berdiri menunggu di dekat warung Bubur Ayam. Ternyata, hari ini aku kalah cepat datang dibanding Bapak Pegawai RSJ Pakem. Kiranya beliau sudah menunggu sementara waktu, sebatang rokok telah habis dihisap separo. Anggukan dan senyum adalah kode etik kami.
05.50 Bis sudah nampak di penghujung barat Jembatan Winong. Dari kejauhan seperti ini, masih ada dua kemungkinan, yaitu apakah benar itu bis Baker-’ku’ yang ke Pakem atau bis Sederhana ke Wonosari Handayani. Alhamdulillah, ternyata bis yang kutunggu! Di kursi belakang bis, selalu ada Bapak Penjual Bakpau.
06.00 Bis berhenti di perempatan Rejowinangun untuk menaikkan tiga penumpang. Dua diantara mereka akan turun di perempatan Cemara Tujuh, sedang seorang lainnya akan turun bersamaku nanti di UII.
06.05 Pak Ujang nampak berdiri menunggu di depan kelurahan Banguntapan. Bis berhenti meskipun beliau tidak menyetopnya. Dengan sigap beliau dibantu Bapak Kenek menaikkan tiga kantong super besar kerupuk yang akan dijual di Pakem. Dengan hadirnya pak Ujang, canda-tawa komunitas Baker Pagi segera dimulai.
06.25 Di pertigaan Janti, rombongan tukang kayu asal Klaten bergabung. Tambah semarak gurauan kami.
06.35 Di depan Ambarukmo, dua karyawan UII naik.
06.45 Baker Pagi melewati Pasar Demangan dan Sanata Dharma tanpa berhenti. Belum ada penumpang yang naik atau turun disini.
07.00 Baker Pagi menurunkan dua penumpang di Cemara Tujuh
07.05 Ada ibu-ibu yang selesai berbelanja di Pasar Kolombo naik.
07.15 Sebagian rombongan tukang kayu turun di Toko Mebel Bali.
07.20 Bis Pagi tidak berhenti di pasar Gentan, tidak ada yang mencegat.
07.25 Rombongan tukang berhenti di KM 109
07.35 Bis menurunkan ibu-ibu di Buk Bengkong.
07.50 Bis menurunkanku dan tiga karyawan lainnya di ujung gerbang UII.
*************************************************************************************************
May 28th, 2006 at 3:29 am
bikin juga dong: Bis 25, pengantar setia, menuju OT dan sepatu sandal kembang kembang biru buatan pak clarks.
July 10th, 2006 at 2:54 pm
Terimakasih idenya.
January 11th, 2008 at 11:31 am
Baca Tulisannya ingat, jaman kuliah, Bis Baker yang setia mengantar setiap hari dari Demangan ke Kaliurang
Trus Jd teringat temen yang ditabokin ibu-ibu bakul sayur karena Sepatu larasnya meginjak jempol kaki sang bakul sayur. ha..ha..ha..ha..