<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Sang Eyang bernasihat:           “Aja gumunan!”</title>
	<atom:link href="http://dirgahayu.blog.friendster.com/2008/01/sang-eyang-bernasihat-%e2%80%9caja-gumunan%e2%80%9d/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dirgahayu.blog.friendster.com/2008/01/sang-eyang-bernasihat-%e2%80%9caja-gumunan%e2%80%9d/</link>
	<description>Yawn! Alhamdulillah, aku baik-baik saja</description>
	<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 03:45:22 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.2</generator>
		<item>
		<title>By: Diana</title>
		<link>http://dirgahayu.blog.friendster.com/2008/01/sang-eyang-bernasihat-%e2%80%9caja-gumunan%e2%80%9d/#comment-12</link>
		<dc:creator>Diana</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 May 2008 10:09:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dirgahayu.blog.friendster.com/2008/01/sang-eyang-bernasihat-%e2%80%9caja-gumunan%e2%80%9d/#comment-12</guid>
		<description>Ah, betapa Pram-nya dirimu. Pilihan kata-katamu pun Pram sekali... :)
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ah, betapa Pram-nya dirimu. Pilihan kata-katamu pun Pram sekali&#8230; <img src='http://dirgahayu.blog.friendster.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Alfred</title>
		<link>http://dirgahayu.blog.friendster.com/2008/01/sang-eyang-bernasihat-%e2%80%9caja-gumunan%e2%80%9d/#comment-11</link>
		<dc:creator>Alfred</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Jan 2008 06:31:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dirgahayu.blog.friendster.com/2008/01/sang-eyang-bernasihat-%e2%80%9caja-gumunan%e2%80%9d/#comment-11</guid>
		<description>Buatku sang jendral adalah seorang pemimpin. Dia punya kesalahan, tapi juga punya banyak jasa bagi negri ini.

Salah satu jasanya yg selalu kuingat adalah ketika pemerintahannya telah memberikan subsidi pada perguruan tinggi sehingga aku yg bukan anak orang kaya mampu bersekolah di UGM. Dan karena aku bersekolah tinggi inilah yg kemudian mengangkat hidupku sekarang. Andai UGM tidak disubsidi pada saat itu, tentu biaya kuliah sudah mahal seperti sekarang. Dan mungkin aku sekarang tidak bisa mengomentari blog, melainkan hanya duduk di kolong jembatan mengais makanan sisa2 orang kaya.

Manusia bisa salah, demikian juga sang jendral. Jika sang eyang pergi, aku ucapkan selamat jalan eyang.


</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Buatku sang jendral adalah seorang pemimpin. Dia punya kesalahan, tapi juga punya banyak jasa bagi negri ini.</p>
<p>Salah satu jasanya yg selalu kuingat adalah ketika pemerintahannya telah memberikan subsidi pada perguruan tinggi sehingga aku yg bukan anak orang kaya mampu bersekolah di UGM. Dan karena aku bersekolah tinggi inilah yg kemudian mengangkat hidupku sekarang. Andai UGM tidak disubsidi pada saat itu, tentu biaya kuliah sudah mahal seperti sekarang. Dan mungkin aku sekarang tidak bisa mengomentari blog, melainkan hanya duduk di kolong jembatan mengais makanan sisa2 orang kaya.</p>
<p>Manusia bisa salah, demikian juga sang jendral. Jika sang eyang pergi, aku ucapkan selamat jalan eyang.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Alfred</title>
		<link>http://dirgahayu.blog.friendster.com/2008/01/sang-eyang-bernasihat-%e2%80%9caja-gumunan%e2%80%9d/#comment-10</link>
		<dc:creator>Alfred</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Jan 2008 06:15:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dirgahayu.blog.friendster.com/2008/01/sang-eyang-bernasihat-%e2%80%9caja-gumunan%e2%80%9d/#comment-10</guid>
		<description>Buatku sang jendral adalah seorang pemimpin. Dia punya kesalahan, tapi juga punya banyak jasa bagi negri ini.

Salah satu jasanya yg selalu kuingat adalah ketika pemerintahannya telah memberikan subsidi pada perguruan tinggi sehingga aku yg bukan anak orang kaya mampu bersekolah di UGM. Dan karena aku bersekolah tinggi inilah yg kemudian mengangkat hidupku sekarang. Andai UGM tidak disubsidi pada saat itu, tentu biaya kuliah sudah mahal seperti sekarang. Dan mungkin aku sekarang tidak bisa mengomentari blog, melainkan hanya duduk di kolong jembatan mengais makanan sisa2 orang kaya.

Manusia bisa salah, demikian juga sang jendral. Jika sang eyang pergi, aku ucapkan selamat jalan eyang.


</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Buatku sang jendral adalah seorang pemimpin. Dia punya kesalahan, tapi juga punya banyak jasa bagi negri ini.</p>
<p>Salah satu jasanya yg selalu kuingat adalah ketika pemerintahannya telah memberikan subsidi pada perguruan tinggi sehingga aku yg bukan anak orang kaya mampu bersekolah di UGM. Dan karena aku bersekolah tinggi inilah yg kemudian mengangkat hidupku sekarang. Andai UGM tidak disubsidi pada saat itu, tentu biaya kuliah sudah mahal seperti sekarang. Dan mungkin aku sekarang tidak bisa mengomentari blog, melainkan hanya duduk di kolong jembatan mengais makanan sisa2 orang kaya.</p>
<p>Manusia bisa salah, demikian juga sang jendral. Jika sang eyang pergi, aku ucapkan selamat jalan eyang.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Syamsul</title>
		<link>http://dirgahayu.blog.friendster.com/2008/01/sang-eyang-bernasihat-%e2%80%9caja-gumunan%e2%80%9d/#comment-9</link>
		<dc:creator>Syamsul</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Jan 2008 19:01:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dirgahayu.blog.friendster.com/2008/01/sang-eyang-bernasihat-%e2%80%9caja-gumunan%e2%80%9d/#comment-9</guid>
		<description>Emang sich, kalo ingat dengan apa yang telah di perbuat eyang dulu keselnya ampe ubun-ubun, apalagi klo ingat betapa perihnya gas air mata dan kerasnya pentungan "intel melayu" waktu 98 dulu.
Masih terngiang lagu-lagu "gantung, gantung, gantung  XXXXXXX, gantung XXXXXXX, di silang monas".
Ingat dengan "komedi" peradilannya, "lawakan" sakitnya setiap akan diperiksa.
Jengkelllll Sekali.
Tapi sekarang rasa kesel, marah, jengkel, benci dengan si Eyang sepertinya harus "kembali ke titik 0" menjelang detik-detik akhir si eyang.
Ingat Dengan Lirik lagu Seurieus Band "Eyang Juga Manusia"..........
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Emang sich, kalo ingat dengan apa yang telah di perbuat eyang dulu keselnya ampe ubun-ubun, apalagi klo ingat betapa perihnya gas air mata dan kerasnya pentungan &#8220;intel melayu&#8221; waktu 98 dulu.<br />
Masih terngiang lagu-lagu &#8220;gantung, gantung, gantung  XXXXXXX, gantung XXXXXXX, di silang monas&#8221;.<br />
Ingat dengan &#8220;komedi&#8221; peradilannya, &#8220;lawakan&#8221; sakitnya setiap akan diperiksa.<br />
Jengkelllll Sekali.<br />
Tapi sekarang rasa kesel, marah, jengkel, benci dengan si Eyang sepertinya harus &#8220;kembali ke titik 0&#8243; menjelang detik-detik akhir si eyang.<br />
Ingat Dengan Lirik lagu Seurieus Band &#8220;Eyang Juga Manusia&#8221;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
